Gua Temuluang

14j2srpJika dilihat dari luar, Gua Temuluang tampak tidak menarik. Mulut guanya penuh semak belukar. Untuk mencapainya juga harus melewati jalan setapak. Itulah sebabnya, gua di dekat Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru itu tidak menjadi objek wisata yang terkenal.

Namun, kesan tadi akan berubah begitu wisatawan menyusuri gua tersebut. Di dalam gua terdapat aliran sungai di lorongnya yang gelap. Menurut warga, panjang lorong Gua Temuluang itu mencapai 4 kilometer. Tiga kilometer di antaranya berupa alur sungai selebar sekitar 6 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter. Untuk menyusuri gua, wisatawan perlu jukung ketinting yakni perahu motor tempel. Perahu tersebut digunakan karena di kawasan tersebut terdapat aliran Sungai Kapuis. Aliran Sungai Kapuis ini merupakan anak Sungai Bangkalaan yang muaranya sampai ke Teluk Kelumpang.

Gua Temuluang sangat gelap. Gemericik air yang jatuh dari stalaktit dan kawanan burung layang-layang yang beterbangan keluar masuk gua memecah kesunyian dan kegelapan. Oleh karena itu, lampu senter atau head lamp menjadi kelengkapan yang mutlak diperlukan. Dengan lampu senter, wisatawan akan melihat ribuan sarang walet pada langit-langit gua. Keberadaan sarang burung inilah yang menyebabkan gua ini dijaga sepanjang hari. Hal yang menakjubkan adalah di dalam gua ini ada empat lubang berbagai bentuk yang menjadi tempat keluar masuknya burung walet. Lubanglubang itulah yang menjadi tempat masuk cahaya matahari ke dalam gua. Berkasberkas sinar mentari memperlihatkan barisan indah stalaktit dan stalagmitnya.

Sampai sekarang Gua Temuluang dikenal sebagai penghasil sarang walet terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan. Itulah sebabnya tidak sembarang orang dapat masuk ke dalam gua tersebut. Untuk bisa masuk, wisatawan harus minta izin terlebih dahulu kepada pemuka Desa Bangkalaan Dayak. Hal ini penting karena gua itu dijaga oleh masyarakat setempat. Selain itu, wisatawan juga harus meminta izin polisi yang ditugaskan di sana. Polisi itu ditugaskan untuk mencegah konflik terkait dengan keberadaan sarang burung walet di gua tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s